Teknologi dan Ilmu kelautan adalah suatu sarana yang dapat membatu dan menjaga laut Indonesia. Oleh karena itu, teknologi dan ilmu kelautan sangat dibutuhkan agar tercipta keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestariannya. Dampak yang diakibatkan oleh pemanfaatan Teknologi dan Ilmu Kelautan harus diperhitungkan juga supaya hewan laut dapat berkembang dengan baik dan laut dapat terjaga. Salah satu pemanfaatan teknologi kelautan yang banyak diminati oleh kaum milenial ialah sebagai berikut ini.

1. Ilmu Kenautikaan.

Ilmu kenautikaan atau lebih dikenal dengan ilmu pelayaran. Ilmu kenautikaan adalah ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan arah angin, cuaca, dan ilmu arah mata angin atau compas. Pemanfaatan ilmu kenautikaan banyak dimanfaatkan oleh nahkoda kapal untuk mencari arah yang benar saat kapal berlayar di laut. Ilmu kenautikaan ini sangat berguna karena dapat mendeteksi adanya badai dan ombak-ombak tinggi yang berada disekitar kapal sehingga kemungkinan kapal tenggelam atau kecelakaan lainnya dapat terhindari. Teknologi ini diperkenalkan dengan sistem sonar.

2. Biotalaut Pendeteksi Tsunami.

Teknologi dan Ilmu Kelautan sangat berpengaruh dengan kelangsungan hidup manusia. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan ilmu kelautan yang mudah dideteksi yaitu makhluk hidup. Makhluk hidup memiliki rasa atau rangsangan untuk mendeteksi bahaya yang akan terjadi, karena sebelum datangnya tsunami biasanya ikan – ikan dan burung – burung memiliki tingkah laku yang aneh tanpa banyak disadari masyarakat sekitar pantai. Burung akan pergi menjauhi laut dan ikan akan berperilaku aneh seperti meloncat loncat kedalam permukaan. Pemanfaatan ilmu kelautan pendeteksi bencana tersebut kini dicontoh oleh teknologi pendeteksi tsunami. Pendeteksi tsunami dapat di deteksi dengan cara memasang pelampung pelampung pendeteksi tsunami di bibir pantai. Alat ini terinspirasi dari perilaku makhluk hidup dilaut, alat ini berguna untuk mendeteksi bencana yang akan terjadi dilaut khususnya tsunami yang sangat membahayakan masyarakat luas. Bahkan tsunami adalah bencana yang dianggap memakan banyak korban dan kerusakan yang sangat parah. Untuk itu pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendeteksi adanya tsunami terus dilakukan.

3. Pemanfaatan Laut Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Pemanfaatan ilmu kelautan lainnya adalah pemanfaatan air laut untuk diubah menjadi teknologi uap. Banyaknya wilayah laut di indonesia menjadikan laut sebagai bahan eksploitasi secara besar besaran. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan ilmu kelautan yang satu ini. Cara mengubah air laut ini menjadi uap adalah dengan mencampurkan batu bara sebagai bahan untuk mendidihkan air laut. Karena kandungan elektrolit garam dan panas uap air laut kemudian hal tersebut menghasilkan arus listrik. Sehingga munculah teknologi pemanfaatan ilmu kelautan untuk diubah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang paling terkenal di Indonesia adalah PLTU Paiton yang terletak di wilayah Jawa Timur. PLTU ini sangatlah ramah lingkungan karena tidak menggangu ekosistem yang berada di sekitar PLTU tersebut. Dan PLTU ini menjadi solusi lain untuk membangkitkan listrik selain PLTA yang sedang dikembangkan oleh Perusahaan negara atau PT. PLN.

Pemanfaatan Teknologi Ilmu Kelautan harus dilakukan dengan benar. Hal yang menyangkut kehidupan makhluk hidup dilaut harus selalu diperhatikan karena laut merupakan salah satu sumber makanan bagi masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir pantai. Untuk itu jagalah kebersihan dan ekosistem laut dengan tidak membuang sampah dan tidak menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, sehingga ada keseimbangan diantaranya. Ekosistem laut Indonesia telah terkenal di dunia sebagai surga dunia. Untuk itu jagalah laut Indonesia agar tetap menjadi wisata dunia. [http://www.marinescienceandtechnology.com/]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *