MATAKA merupakan salah satu program unggulan yang diprakarsai oleh HIMATASKA masa bakti 2021/2022 dan berkolaborasi dengan pihak program studi. Pada Sabtu (20/11) pukul 13.00WIB berlokasi di platform zoom meeting, MATAKA diadakan dengan mengusung tema “Pelatihan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)”.

Tema tersebut dipilih karena Kementrian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi setiap tahunnya membuka kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi aktif di Perguruan Tinggi di Indonesia, untuk mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa atau yg biasa kita sering sebut adalah PKM,  Sebagai upaya untuk memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Sehingga Perguruan Tinggi bertugas mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa terutama dalam program kreativitas mahasiswa, oleh karena itu ada lima hal penting yang harus juga dimiliki oleh dosen pendamping PKM yakni kerja ikhlas, jujur, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas untuk hasil yang kreatif dan inovatif.

Pada MATAKA ini, Fajar Nugraha Asyahiida, M.Pd dihadirkan sebagai pembica. Pembicara merupakan dosen program studi pendidikan sosiologi FPIPS universitas pendidikan Indonesia dan PKM reviewer national 2021. Fajar Nugraha Asyahiida, M.Pd menyampaikan bahwa secara garis besar PKM dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: 1) PKM 5 Bidang terdiri dari PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC; 2) PKM-AI dan PKM-GT; dan  3) PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). Tujuan dari PKM adalah bagaimana kita menemukan solusi yang di gali dari hasil diskusi masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat dan berdampak bahkan sampai ke global.

Pembica juga menyampaikan bahwa yang menjadi  penilaian proposal kita dapat diterima dan lulus seleksi yaitu mengetahui aturan, harus kreatif out of the box, sesuai dengan fakta dan data di lapangan, inovatif, harus objektif dan koperatif serta selanjutnya harus mengikuti buku pedoman PKM yang sudah ada sesuai dengan bidang skema yg ditentukan. Selain penilaian tersebut, Dosen pendamping harus banyak memberikan waktu kepada mahasiswa untuk berdiskusi, kemudian kepada mahasiswa harus tetap semangat, harus ada kerjasama yg baik terhadap sesama anggota tim juga dosen pendamping. Juga di harapkan support dari pimpinan, peran reviewer internal juga sangat basar dalam penentuan.

Kunci utama agar dapat menghasilkan proposal yang baik menurut  Fajar Nugraha Asyahiida, M.Pd yaitu “Mahasiswa dan Dosen pendamping membuat proposal sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dari pedoman yang telah tersedia”. Semoga di tahun 2022 nanti bertambah proposal yg lolos dari UPI Kamda Serang. {Humas SIK}

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *