MATAKA merupakan salah satu program unggulan yang diprakarsai oleh HIMATASKA masa bakti 2021/2022 dan berkolaborasi dengan pihak program studi. Pada Rabu (28/10) pukul 19.30 sampai dengan 20.30 WIB berlokasi di platform google meet, MATAKA diadakan dengan mengusung tema “Pemanfaatan Model Dinamika Spasial Sebagai Solusi Pengendalian Pesisir Padat Penduduk”.

Pada acara tersebut, Ibu Della Ayu Lestari sebagai pemateri menjelaskan bahwa wilayah pesisir merupakan wilayah tempat aktivita manusia paling banyak dilakukan; sekitar 70% penduduk dunia tinggal di wilayah pesisir, sehingga menjadikan kawasan ini terkonsentrasi berbagai pusat kegiatan ekonomi seperti perikanan, pariwisata, perhubungan, perindustrian, pemukiman, pertahanan dan keamanan. Oleh sebab itu pemanfaatan model dinamika spasial perlu digunakan sebagai solusi pengendalian pesisir padat penduduk. Ibu Della juga menjelaskan bahwa perlu metode  yang tepat dan data-data yang akurat untuk membuat pemodelan dinamika spasial.

Pada akhir acara, Ibu Della memberikan contoh riset bahwa dengan menggunakan model dinamika spasial (Studi Kasus Kota Bengkulu) dapat kita ketahui bahwa di kota bengkulu lahan terbangun semakin meningkat, memenuhi kapasitas wilayah yang sesuai untuk lahan terbangun, dan kemudian berkembang pada wilayah yang kurang sesuai untuk lahan terbangun. Berdasarkan pemodelan spasial tersebut diprediksi Kota Bengkulu  90% lahan terbangun pada tahun 2045.

Ibu della juga memberikan saran kepada peserta jika ingin melakukan riset menggunakan pemodelan dinamika spasial. Dapat dilakukan riset lanjutan berupa pemodelan sistem   dinamik dengan menambah stock yang berhubungan dengan bencana gempa bumi dan tsunami sehingga lahan terbangun yang terdampak terhadap bencana gempa bumi dan tsunami dapat tergambarkan lebih detail sesuai dengan pertumbuhan penduduk dan ketersediaan lahannya. {Humas SIK}

Leave a Reply

Your email address will not be published.