Mahasiswa Sistem Informasi Kelautan (SIK) angkatan 2019 Alya Dina Wilujeung berhasil diterima pada Research Fellowship Program (RFP).  RFP adalah pemberian hibah skala kecil dan transfer knowledge kepada mahasiswa S1 yang memiliki passion atau minat dalam penelitian pengelolaan perikanan berkelanjutan khususnya pada perikanan trawl yang ada di wilayah Lampung Timur (MGM, Margasari), Tulang Bawang (Kuala Teladas, Sungai Burung) dan Lampung Tengah (Kuala Seputih). Beberapa topik yang ditawarkan dalam program ini mencakup aspek-askep keberlanjutan pengelolaan perikanan seperti biologi, sosial, ekonomi dan kelembagaan.

RFP dilaksanakan oleh Environmental Defense Fund (EDF). EDF didirikan di Indonesia pada tanggal 9 April 2019 yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara EDF dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. EDF di Indonesia adalah bagian dari LSM internasional, EDF, dengan program fokusnya di “Oceans/Kelautan”. Tim Oceans kami terdiri dari ilmuwan, antropolog, ekonom, praktisi lapangan, dan pakar kebijakan global.

EDF di Indonesia berfokus pada penciptaan proses dan lembaga baru yang memungkinkan dan mendukung perencanaan dan implementasi pengelolaan perikanan kolaboratif untuk mencapai keberlanjutan. Tujuan EDF adalah untuk menguatkan pemerintah dan pemangku kepentingan bidang perikanan dalam memastikan perikanan mereka berkelanjutan.

Alya Dina Wilujeung berhasil diterima setelah melewati beberapa tahap seleksi yaitu tahap pemberkasan dan wawancara. Dengan diterimanya pada program tersebut dapat menambah wawasan  dan pengalaman dibidang pengelolaan perikanan berkelanjutan. [Humas SIK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *