Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas Sumber Sumber Daya Manusia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan acara workshop dalam bentuk webinar daring untuk mengoptimalisi percepatan kenaikan pangkat Lektor Kepala dan Guru Besar yang diselenggarakan melalui aplikasi zoom meeting, Senin (30/8). Webinar ini dipandu oleh Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., selaku wakil rektor bidang perencanaan, organisasi dan sistem informasi dengan dua orang narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T., dan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., selaku tim Penilai Jabatan Akademik Dosen Dikti Kemendikbudristek RI.

Kegiatan ini dimulai dengan penyampaian sambutan oleh Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., beliau memulai sambutannya sekaligus membuka acara webinar ini dengan memaparkan bahwa UPI sudah memfasilitasi untuk kenaikan pangkat lektor kepala dan guru besar namun demikian faktanya yang meningkat itu secara nominal bukan secara proporsional, karena memang disaat ini juga UPI dituntut untuk melakukan pembukaan prodi baru, dan ternyata dengan lahirnya prodi baru ini disatu sisi harus mengadaptasikan diri dengan tuntutan pemerintah tapi disisi lain menimbulkan tantangan bagi universitas, karena saat ini dicatatan kurang lebih ada 36 prodi baru yang berdampak terhadap proporsi kita.

“Oleh karena itu mungkin perlu ada upaya-upaya yang lebih maksimal dan lebih efisien lagi bagi kita semua dengan harapan hadirnya kedua narasumber saat ini. Saya berharap nanti akan memberikan pencerahan dan motivasi yang lebih meningkat dan tumbuh lagi agar nanti kita tindak lanjuti dengan upaya-upaya yang konkret bukan hanya wacana terutama yang sedang proses kenaikan pangkat lektor kepala dan guru besar,” jelas rektor.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber yang pertama, yaitu materi dari Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T., seputar ketentuan Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen sesuai aturan PO PAK 2019 beserta suplemen 2019 yang merupakan revisi dari PO PAK 2014. Beliau juga mengucapkan terima kasih sebagai anggota tim penyusun Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN & RB) yang baru atas partisipasi dari UPI yang cukup bagus dalam uji petik.

“Pada saat ini sedang tahap harmonisasi untuk Permen PANRB nomor 17 tahun 2013 beserta Permen PANRB tahun 2013 dan ini sudah di uji petik karena dari UPI termasuk jumlahnya paling tertingi dan isiannya banyak yang valid,” ujarnya.

Selain itu, narasumber kedua, Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa karya yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi lebih diutamakan karena mendapat angka kredit lebih tinggi dibandingkan jurnal nasional. Perlu diperhatikan bahwa jurnal Scopus sangat banyak masuk predator meskipun indeks masuk Q1 atau Q2. Bukan berarti karna jumlah karya ilmiahnya banyak itu mencukupi, jadi tergantung dari artikel di scopusnya yang syarat materilnya diperhatikan bukan hanya formil.

“Jadi formalnya indeksasi internasional itu salah satunya scopus, hanya tidak serta merta jika diindeksasi scopus itu bisa memenuhi syarat khusus karena harus dilihat dari materilnya juga,” ungkapnya.

Disamping itu ada beberapa syarat khusus untuk kepangkatan guru besar.

“Syarat khusus untuk guru besar itu adalah satu jurnal internasional bereputasi indeksasinya internasional,” tambahnya.

Acara ini berlangsung dengan atraktif, terlihat dari antusiasme para peserta yang mengajukan banyak pertanyaan kepada narasumber pada saat sesi tanya jawab. Semoga dengan adanya webinar kenaikan pangkat lektor kepala dan guru besar ini akan memacu dosen untuk mengurus kepangkatan tidak hanya wacana saja melainkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh sehingga akan meningkatkan kualitas SDM, riset dan inovasi yang berada di lingkungan UPI. {http://kd-serang.upi.edu/}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *