SERANG (UPI). Poliklinik Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang menyelenggarakan webinar dengan tema “Mengenal Jenis Varian Baru Covid-19 dan Gejalanya” pada Senin (21/07) via zoom meeting. Webinar tersebut menghadirkan narasumber seorang dokter umum Poliklinik Kampus UPI di Serang, yaitu dr. Iryulinda Mukhtiaranti. Dalam pemaparannya, dr. Iryulinda Mukhtiaranti menyampaikan tentang perbedaan Covid-19 Delta (dari India) dengan varian lain, antara lain pada tingkat penularannya.

Acara ini dibuka oleh moderator dari pihak poliklinik, Eroh Humaeroh, A.Md. Kep., dengan diawali membaca basmalah. Kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Direktur Kampus UPI di Serang Drs. H. Herli Salim, M.Ed., Ph.D.

“Semuanya harus kompak dan bahu membahu menerapkan protokol kesehatan, perlu kiranya diketahui oleh Sivitas Akademika Kampus UPI Serang alhamdulillah karena kita sangat konsen dan disiplin sekali memelihara kondisi kampus sejak awal pandemi ini boleh dikatakan yang ada kasus di sini itu kejadiannya di luar kampus. Patut mengucap rasa syukur yang artinya lingkungan kampus UPI Serang cukup higienis karena jika ada yang terpapar maka langsung sigap melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan serta pembagian vitamin seperti Becom-Zet, masker, madu, multi vitamin oleh poliklinik sehingga itu merupakan upaya kita, tujuannya untuk keselamatan dan penyelamatan kemanusiaan dan ini sangat darurat,” paparnya.

“Sudah satu tahun lebih pandemi ini bisa memusnahkan umat manusia dan bisa meniadakan keturunan, hal ini sangat nyata dan berbahaya sekali. Saat jenis varian baru sudah masuk di cluster keluarga dan ada satu keluarga terpapar Covid-19. Oleh karena itu, kita harus mencegah hal sebisa mungkin, apalagi sekarang penambahannya begitu sangat cepat. Ketika sebelum dan setelah Idul Fitri, ada Covid yang menjangkit di India dengan secepat-cepatnya sudah mewabah di Jakarta,” tambah beliau..

Selanjutnya, kegiatan ini diisi oleh narasumber dokter umum dari poliklinik Kampus UPI di Serang, dr. Iryulinda Mukhtiaranti.

Dalam pemaparannya, dr. Iryulinda Mukhtiaranti, mengatakan bahwa tujuan diadakan webinar ini untuk memberikan gambaran varian baru Covid-19 yang menyebabkan angka kasus di Indonesia meningkat dan supaya Sivitas Akademika lebih waspada Semoga adanya webinar ini supaya Sivitas Akademika tetap menjalankan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas & interaksi), asupan gizi seimbang, serta lakukan vaksinasi.

Beliau menambahkan bahwa Virus Covid-19 terdapat 3 varian baru, yakni B.1.1.7 adalah varian yang banyak dilaporkan, dan sirkulasinya mulai meningkat di Asia Tenggara sejak 21 Februari 2021 menurut data WHO dan varian ini berasal dari Inggris. Berikutnya, B.1.6.1.7 varian India, jenis varian ini sudah bersirkulasi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Terakhir, B.1.3.5.1, jenis varian Afrika Selatan, dan kasus pertama kali ditemukan di Bali pada 25 Januari 2021. Ketiga varian tersebut hampir sama, hanya 15 varian yang merugikan manusia dan salah satunya yang kita takutkan adalah varian Delta yang cepat terpaparnya.

Setelah narasumber memberikan materinya, terakhir dibuka sesi tanya jawab oleh peserta yang hadir di webinar itu, setelah tanya jawab dilakukan penutupan, doa, dan foto bersama. [kd-serang.upi.edu]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *