SERANG (UPI). Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Divisi Teknologi Informasi dan Pembelajaran Digital (Divisi TIPD), Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI), telah merumuskan berbagai kebijakan umum mengenai Pembelajaran Digital melalui kerjasama dengan berbagai unit lain, khususnya Direktorat Pendidikan. Saat ini, UPI memiliki dua LMS resmi yang dikelola dan dikembangkan sendiri, yaitu SPOT (spot.upi.edu) dan SPADA UPI (spada.upi.edu).

Dengan adanya pengembangan pembelajaran Digital di lingkungan UPI, serta mengantisipasi maraknya program pertukaran mahasiswa, penggunaan Learning Management System (LMS) terpadu dapat digunakan oleh dosen dan mahasiswa dari internal dan eksternal UPI.

Divisi Teknologi Informasi dan Pembelajaran Digital, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI), meminta setiap unit di tingkat Fakultas dan Kampus Daerah untuk menetapkan staf definitif yang berkompetensi dalam bidang Teknologi Informasi dan Pembelajaran Digital untuk dijadikan sebagai Admin Pengelola Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) UPI yang bertugas untuk membuka dan mengelola teknis kelas sehingga memudahkan koordinasi dan membantu penerapan pembelajaran digital yang dilakukan melalui LMS SPADA UPI di masing-masing Fakultas dan Kampus Daerah.

Untuk mendukung sistem pembelajaran secara daring, UPI telah siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring (SPADA). Dalam mempersiapkan hal tersebut, tentu perlu adanya pelatihan, implementasi, dan pemanfaatan pembelajaran model daring dalam rangka penerapan SPADA.

Tiap-tiap Fakultas dan Kampus Daerah yang terpilih sebagai Manager SPADA kini telah diberikan pelatihan yang berlangsung pada Jumat siang (16/7) melalui Google Meet dengan menghadirkan Direktur Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Dr. Cepi Riyana, M.Pd, Kepala Divisi TIPD, M Ridwan Sutisna, M.Pd. serta Direktorat STI, Yana R Sopian, S.Pd., M.T.

“Harapan kami kedepan pengelolaan SPADA ini juga tentu kolaborasi di Direktorat STI dengan Tim Manager SPADA UPI, kelihatannya SPADA ini sebagai satu platform LMS yang memang diinisiasi oleh pemerintah dan semakin kuat keberadaannya,” ucapnya.

Meskipun demikian, di level nasional ada dualisme, yaitu SPADA Indonesia dan SPADA Dikti tetapi mungkin tidak terlalu harus memusingkan itu yang terpenting dua-duanya ada kewajiban kita untuk dikelola. Implikasinya sebetulnya untuk masalah akreditasi, pemeringkatan, dan kreadibilitas kita artinya kalaupun kita tidak terlibat di SPADA nanti akan berakibat buruk, tapi sebenarnya kita juga mengambil sisi-sisi yang positif.

Pemanfaatan SPADA adalah ketika ada gelombang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang cukup deras masuk ke Universitas bahwa UPI kedatangan banyak sekali Mahasiswa asing (luar kampus UPI) yang sebetulnya menjadi solusi untuk setiap permintaan mahasiawa dengan kelas-kelas yang UPI buka secara mendadak, jadi urgensi dan strategisnya spada ini semakin hari semakin kuat.

Admin Manager SPADA Kampus UPI di Serang, Eko Maulana, S.E. mempunyai kewenangan kepada dosen dan mahasiswa untuk membuka kelas di tiap prodi.

“Semoga semua dosen dan mahasiswa Kampus UPI di Serang pada semester ganjil ini sudah bisa mendaftar di akun SPADA UPI,” tuturnya.

Dengan adanya Admin Manager SPADA baru di Kampus UPI Serang besar harapannya semua dosen dan mahasiswanya agar segera memiliki akun SPADA yang bertujuan untuk mempermudah perkuliahan secara daring. [kd-serang.upi.edu]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *