Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini menuntut semua pihak untuk dapat beradaptasi, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pada tahun 2021 terjadi perubahan dalam kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara luring, maka saat ini kegiatan belajar mengajar diadakan secara daring. Perkuliahan secara daring merupakan tantangan bagi mahasiswa dan juga dosen. Dalam kegiatan belajar mengajar prodi Sistem Informasi Kelautan UPI Kampus Serang dilaksanakan dengan memanfaatkan beberapa platform seperti Google Meet, Google Classroom, Zoom Cloud Meeting, maupun yang dimiliki oleh UPI yaitu portal akademik dan sistem informasi pembelajaran (SPOT UPI).

Meskipun dilakukan secara daring, Prodi SIK UPI Kampus Serang tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan serta fasilitas kepada mahasiswa dalam menambah pengetahuan dan wawasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan dosen tamu untuk beberapa mata kuliah dalam rangka Kampus Merdeka. Dosen yang diundang kali ini untuk mengisi perkuliahan mata kuliah Analisis Hasil Tangkapan Dasar (AHTD) yaitu seorang lulusan Magister Science (Teknologi Perikanan Laut) IPB bernama Intan Roihatul Jannah Hasly. Beliau merupakan seorang Researchers and Program officer, DPP KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia).

Jumat (30/04/2021), Ibu Intan Roihatul Jannah Hasly dengan moderator Ibu Ayang Armelita Rosalia, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah ini, memberikan perkuliahan kepada mahasiswa SIK perihal potret nelayan skala kecil di Indonesia, sistem pengelolaan perikanan dan usaha perikanan, serta pendataan hasil tangkapan ikan tradisional. Setelah menjalani perkuliahan mata kuliah Analisis Hasil Tangkapan Dasar (AHTD) mahasiswa diharapkan memahami perihal kondisi lapangan dunia perikanan dan kelautan di Indonesia serta dituntut untuk menjadi seorang yang solutif terhadap permasalahan yang ada.

Selain itu, beliau juga membahas mengenai tugas dan fungsi dari adanya KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) serta isu-isu terkini yang sedang terjadi di lapangan. Saat ini, KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) sedang giat mengadvokasi perihal BBM bersubsidi untuk nelayan kecil dan tradisional.

Dengan hadirnya dosen tamu ini, menambah pengetahuan mahasiswa terkait Analisis Hasil Tangkapan Dasar dan mendapatkan gambaran mengenai Researchers and Program officer di Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia. [Humas SIK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *