Masa pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 membuat berbagai bidang mau tidak mau mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi karena setiap individu wajib mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19. Bersamaan dengan hal tersebut bidang pendidikan yang dalam aktivitasnya melakukan tatap muka harus merubah menjadi sistem daring.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai perguruan tinggi negeri pun melakukan hal yang sama demi mematuhi kebijakan protokol tersebut. Universitas Pendidikan Indonesia menerapkan pembelajaran sistem dalam jaringan (daring) untuk proses belajar mengajar. Agar memberi pengetahuan terkait penerapan Bisnis Intelijen di dunia industri, Program Studi Sistem Informasi Kelautan melakukan perkuliahan sistem daring dengan mendatangkan dosen tamu pada hari Kamis, 6 Mei 2021. Dosen tamu tersebut adalah Muhammad Rheza Muztahid, M.Kom seorang Full Stack Engineer at United Station Global Pulse (PBB).

Dihadirkannya dosen tamu tersebut bertujuan agar perkuliahan yang merupakan proses bertukar pikiran dan wawasan antara dosen dan mahasiswa dapat berlangsung serta dapat meningkat. Perkuliahan yang berlangsung menggunakan aplikasi Google Meeting. Dalam pertemuannya Muhammad Rheza Muztahid, M.Kom membahas mengenai Big Data-Data Mining Projects dengan lebih diperinci lagi yaitu “Implementasi Data Mining Untuk Bisnis Intelijen.”

Penyampaian pertama yang disampaikan oleh Muhammad Rheza Muztahid, M.Kom selaku dosen tamu adalah penjelasan mengenai Big Data. Muhammad Rheza mengatakan, “Big Data dapat dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang mengarah pada keputusan yang lebih baik dan langkah bisnis strategis, terdapat 5 point penting dalam big data yaitu, volume, variety, value, velocity, dan veracity”.

Selanjutnya Muhammad Rheza menjelaskan mengenai data mining. Data mining itu sendiri adalah suatu proses mengekstraksi dan menemukan pola dalam kumpulan data yang besar serta melibatkan pembelajaran machine learning, statistik, dan database systems. Terdapat kisah sukses dari implementasi Data Analytics yang dapat kita pelajari. Yang pertama yaitu Perusahaan Amazon, Facebook, Political Campaign, German World Wide Cup. Kelima kisah tersebut menggunakan Data Analytic dalam menyelenggarakan prosesnya sehingga tujuan pun tercapai. Terdapat kisah pula mengenai proyek Big Data yang memang merupakan proyek langsung dari Muhammad Rheza selaku full stack PBB. Hal ini tentunya dapat membuat teman-teman mahasiswa kisah real kembali dan dapat memunculkan semangat untuk membangun sebuah ide dari data mining. Proyek tersebut diantaranya, National dashboard, Haze ghazer, Cyclomon. Kemudian, sesi terakhir dalam penjelasannya Muhammad Rheza menjelaskan mengenaiimplementasi data mining di kelautan yaitu analisis efektifitas tol laut. Data mengenai pemetaan rute kapal harus tepat agar operasi tol laut berjalan optimal.

Dengan hadirnya dosen tamu ini, menambah pengetahuan mahasiswa terkait Bisnis intelijen dan mendapatkan gambaran mengenai Full Stack Engineer di PBB. [Humas SIK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *